DI DALAM SUNAH TERDAPAT KEJAYAAN

Melayani :

* Bekam / Cupping / Al - Hijamah
* Iridology
* Mikroscopy darah / analisa darah
* Konsultasi, Terapi herbal

Phone :

* 082229104567

APA ITU BEKAM / AL HIJAMAH


Bekam adalah proses pengeluaran darah kotor (toksin) dari badan melalui permukaan kulit. Bahasa Arab nya Al-Hijamah yaitu membuang darah kotor dengan tujuan membersihkan darah yang mengalir dalam tubuh. Inilah salah satu cara DETOKSIFIKASI yang dengan tanpa efek samping. Kulit adalah organ yang terbesar dalam tubuh karena itu banyak toksik berkumpul disitu.



Sejak Zaman mesir kuno manfaat berbekam menjadi alternatif bagi penyembuhan berbagai penyakit, seperti sawan (epilepsy) angin ahmal (stroke), hingga ke penyakit yang ringan seperti masalah kulit dan letih – lesu. Perawatan ini tidak perlu diragukan lagi karena berpandukan hadits – hadits yang banyak menerangkan kebaikan bagi orang yang mengamalkan bekam.



Nabi Muhammad Saw merupakan orang yang pertama dibekam para Malaikat dengan perintah Allah Swt sebelum Isra'. Penjelasan dalam hadits Riwayat Ibnu Majah menerusi Katzir bin Salim :



Selama Aku Berjalan pada malam Isra bersama para Malaikat, Mereka selalu berkata “Hai Muhammad, Suruhlah Ummatmu berbekam”



MENGAPA HARUS BERBEKAM

Tubuh yang sehat dan otak yg cerdas adalah fakto penting dlm hidup seseorang demi melaksanakan tanggungjawab kehidupan mereka. Tetapi jika terdapat terlalu banyak toksid dalam badan, ini akan menyebabkan statis darah atau penyumbatan darah, dimana system darah tidak berjalan dengan lancar. Keadaan ini sedikit demi sedikit akan menggangu kesehatan baik fisik maupun mental seseorang. Akibatnya Orang tersebut akan terasa malas, murung, sering mengeluh kurang sehat, mudah bosan, dan selalu terasa tertekan. Jika ditambah lagi dengan angin yang susah dikeluarkan, maka akan berakibat si Pesakit tergangu emosinya sehingga perlu mendapat perawatan kejiwaan.



Statis darah mesti dikeluarkan melalui cara apa pun, sayangnya obat-obat kimia tidak dapat bertindak demikian. Jadi kita mesti mencari solusi alternatif yang dapat mengeluarkan toksid itu dengan secepatnya supaya badan pesakit tidak lemah dan diserang penyakit. Salah satu solusi yang paling berkesan ialah dengan berbekam dan disinergikan dengan Penawar-penawar herba Al Wahida (HPA).



Setiap bulan dalam kalender Islam diharuskan berbekam, bermula dari 15hb hingga 21 setiap bulan. Rasulullah Saw memuji orang yang berbekam “Dia membuang darah yang kotor, meringankan tubuh serta menajamkan penglihatan”. Allah Swt mengkhususkan satu bulan dalam satu tahun yaitu bulan Ramadhan untuk mensucikan Rohani dengan ber-Shaum. Jadi wajarlah kita mensucikan Jasmani kita dengan Berbekam, sebagai persiapan dalam menyambut Ramadhan. Maka barulah kita dapat mengimbangi tenaga kehidupan kita sebagai seorang Muslim yang mentaati Perintah Allah dan Rasul-Nya.



Tentang Trigliserida

Trigliserida adalah suatu bentuk ester dari gliserol dan 3 asam lemak.
Asam lemak yang melekat pada gliserol ini biasanya berantai panjang.
Sesuai dengan pelajaran kimia tempo dulu, semakin banyak jumlah atom C atau semakin panjang rantainya akan menyebabkan senyawa itu akan lebih bersifat hidrofobik (hidro : air phobia : benci).
Jadi dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa Trigliserida adalah senyawa yang tidak larut dalam air.

Karena tidak larut dalam air, maka Trigliserida ini berada dalam darah dengan tidak terikat dengan air.
Dapat juga diilustrasikan ketika kita menyaring gel (darah kental) dengan menyaring minyak secara bersamaan.
Maka proses filtrasi juga akan menjadi lebih lambat dari biasanya dan dapat berpotensi merusak penyaring yang ada pada ginjal.

Selain itu dengan tingginya kadar trigliserida dalam darah, dapat juga bersama2 dengan kolesterol dibantu dengan ada nya ion Ca++ (Kalsium) membentuk plak pada dinding pembuluh darah yang mengakibatkan pembuluh darah mengeras dan menyempit.
Fenomena ini dinamakan dengan arterischlerosis. Penyempitan pembuluh darah ini akan mengakibatkan naiknya tekanan darah (hipertensi).

Naiknya tekanan darah juga memiliki efek pada ginjal. Di mana ginjal yang saringannya sangat halus dan harus menyaring banyak dan kental diberi tekananan tinggi. Akibatnya akan lebih mempercepat kerusakan pada penyaring ginjal.

Trigliserida bukan kolesterol melainkan salah satu jenis lemak yang terdapat dalam darah yang dikemas dalam bentuk partikel lipoprotein. Makan makanan yang mengandung lemak akan meningkatkan kadar trigliserida dalam darah dan cenderung meningkatkan kadar kolesterol. lemak yang berasal dari nabati memang tidak mengandung kolesterol namun mengandung trigliserida yang tinggi contohnya durian, kelapa . Sejumlah faktor dapat mempengaruhi tingginya trigliserida dalam darah seperti kegemukan, makanan berlemak jenuh tinggi, makanan yang tinggi glukosa / karbohidrat serta minuman alkohol. Pada beberapa kasus ditemukan adanya hubunagn faktor genetik dan trigliserida yang tinggi
untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida harus dibarengi dengan perubahan pola makan / memilah- milah jenis makanan .

Untuk memperbaiki kadar trigliserida omega 3 dan serat memiliki peranan yang cukup penting. Oleh karena itu konsumsi suplemen jely gamat, spirulina dan vitaluxor dianjurkan bagi mereka yang memiliki masalah seperti itu.

sekedar info berikut ini adalah ambang batas trigliserida dalam darah sbb :

Kadar yang diingini : maksimal 150 mg / dl
kadar ambang batas tinggi : antara 151 - 250 mg /dl
Kadar trigliserida tinggi : 251 - 400 mg / dl
Kadar trigliserida amat tinggi : 401 mg / dl atau lebih


Dulu tingkat trigliserid di bawah 500 mg/dl tidak dianggap berbahaya. Namun Asosiasi Jantung Amerika menetapkan agar kadar trigliserid sebaiknya di bawah 150 mg/dl dan lebih baik lagi kalau di bawah 100 mg/dl.
Tingginya trigliserid sering disertai dengan keadaan kadar HDL rendah. Sementara yang lebih mengerikannya lagi, ditemukan pula pada kadar trigliserida diatas 500 mg/dl dapat menyebabkan peradangan pada pankreas.

PERKARA-PERKARA YANG PERLU DIKETAHUI DALAM BERBEKAM



Bagi siapa saja yang mau menjadi profesional hijamah ada beberapa faktor yg perlu di perhatikan antara lain sebagai berikut :



1. Perlu Belajar dan mengetahui berbagai penyakit kronik dan ringan

2. Perlu mengetahui fungsi obatan dari sumber alamiah dan juga obatan modern.

3. Harus mengetahui dan mahir melihat penyakit dari tanda-tanda fisik penyakit dan maksud Naturopathy, Iridologi, Tradisioal dan lain-lain.

4. Harus bijak mestabilkan dan mengawal emosi, mental dan memahami kodisi jiwa Pesakit.

5. Mampu memainkan peranan berkomunikasi dengan anggota keluarga pesakit dengan melibatkan musyawarah seluruh anggota keluarga.

6. Mau berkorban dan tidak mengenal lelah dalam merawat pesakit.

7. Ketelitian dalam memeriksa penyakit dan diagnosa yang tepat mengenai penyakit sebelum pesakit dibekam amat dipelukan supaya tidak berlaku perkara yang tidak diingini.

8. Kasus pendarahan yang terlalu banyak dan tanpa henti atau luka yang dalam hingga menjadi cedera. Sekiranya perkara ini berlaku ia menjadi kesalahan si Perawat, yang bisa di dakwa oleh si Pesakit dan anggota keluarganya.

9. Praktik bekam harus melalui pelatihan formal dan praktikal yang mencukupi dari masa ke masa dengan bimbingan dari mereka yang telah berpengalaman.

10. Janganlah sekali-kali membekam, jika diri sendiri belum pernah dibekam

11. Bagi Pemula jangan sekali-kali melakukan bekam tanpa pengawsan dari seorang yang telah ahli.

12. Sebelum melakukan bekam diupayakan untuk pemeriksaan awal yaitu pengukuran tahap glukosa dalam darah dan kencing, tahap tekanan darah, serta denyut nadi pesakit juga selepas dibekam.

13. Obat-obatan yang telah dan sedang dikonsumsi oleh pesakit kronik juga perlu dijelaskan supaya tidak timbul masalah sewaktu dibekam.

14. Kemahiran menggunakan peralatan kedokteran modern.

WAKTU BERBEKAM YANG BAIK

Ibnu Sina dalam kitab beliau menyebutkan tentang waktu yang paling baik untuk berbekam ialah pada waktu tengah hari (Pukul 14 atau 15) karena pada waktu itu saluran darah sedang mengembang dan darah-darah toksid sedang dikeluarkan. Jadi mengikuti prinsip yang sama kita boleh menguapkan pesakit selama ½ jam, istirahat selama 15 menit dan mulai dibekam. Diriwayatkan oleh Abu Hurairoh r.a Nabi Saw bersabda :



“Barang siapa berbekam pada 17, 19 dan 21 hari bulan Hijriyah maka itu adalah hari hari yang menyembuhkan penyakit.”



Bagi Pesakit yang memerlukan perawatan segera, sebagai seorang perawat kita mesti menolong segala upaya denga ilmu yang telah Allah anugrahkan pada kita. Berilah sentuhan-sentuhan Ilahiah serta memohon pada-Nya, karena berbekam seperti juga memakan obat hanyalah salah satu kaedah pengobatan sedangkan yang menyembuhkan adalah ALLAH, tapi karena berbekam adalah Sunnah Rasullah SAW maka ia mempunyai satu hikmah yang luar biasa dari sisi khasiatnya.

JENIS-JENIS BEKAM

Ada 2 jenis bekam yang digunakan.



1. Jenis Basah (Wet Cupping) atau Bekam Darah. Disini permukaan kulit dilukakan menggunakan lancet (jarum tajam) kemudian disekitarnya disedot untuk mengeluarkan sisa-sisa toksid dari badan. Setiap sedotan dibiarkan selama 3 - 5 menit, kemudian dibuang kotorannya. Banyak sedotan tidak lebih dari 8 kali. Darah toksid kelihatan hitam pekat dan berketul serta berbuih atau berkaca. Jarak masa utuk mengulangi bekam ditempat yang sama ialah 3 - 5 minggu. Bekas luka akan hilang dalam masa 2 - 3 hari jika diurut dengan miyak But-But dan tempatnya tidak terkena air selama 3 jam setelah berbekam.



2. Jenis Kering (Dry Cupping) atau Bekam Angin. Efeknya sama baik untuk melegakan kesakitan secara emergensi tanpa melukakan kulit. Ia amat baik bagi pesakit yang tidak tahan sakit (terkena tusuk) dan tidak boleh melihat darah. Bekam jenis ini akan kelihatan memar selama 1 atau 2 minggu. Bekam ini sedotannya hanya sekali dan dibiarkan selama 15 - 20 menit. Pemberian minyak But-But pada bekam ini juga untuk menghilangkan kesan memar lebih cepat.

KELUHAN PENYAKIT YANG UMUMNYA DAPAT DI BEKAM

Keluhan/penyakit yang umumnya dapat dibekam.



1. Penyakit Akut, seperti : batuk pilek, bronchitis acute, sakit kepala acute, gastritis acute, mual-mual dan muntah-muntah, sembelit, colli abdomen/kejang perut, dll.

2. Penyakit Chronic / Menahun, seperti : Migraen, sakit kepala, Gastritis Chronis, Hypertensi, Stroke, Gangguan hormon, Gangguan mata, Allergic, gangguan pencernaan, rematik, asam urat, ambien, insomnia, gangguan pernapasan, ganguan syaraf dan otot, dll.


Diagnosis Penyakit Dengan Bekam



Diagnosa bekam/cupping dapat dilihat dari warna pigmen kulit setelah pembekaman. Di dalam buku “Canon of Internal Medicine” dikatakan, “Kondisi organ internal (organ dalam) dapat diketahui dengan cara mengobservasi (mengamati) gejala-gejala eksternal dan tanda-tanda fisik, sehingga penyakitnya dapat didiagnosa.”



Reaksi pigmen pada kulit bekas bekam adalah sebagai berikut :

Bekas bekam yang muncul berwarna ungu kegelapan atau hitam, pada umumnya hal ini mengindikasikan kondisi defisiensi (kekurangan) pasokan/suplai darah dan channel/saluran (pembuluh) darah yang tidak lancar yang disertai dengan keberadaan darah statis (darah beku).

Bekas bekam yang muncul berwarna ungu disertai plaque (bercak-bercak), pada umumnya hal ini menandakan terjadinya gangguan/ kelainan gumpalan darah yang berwarna keunguan dan adanya darah statis (darah beku).

Bekas bekam yang muncul berbentuk bintik-bintik ungu yang tersebar dengan tingkatan warna yang berbeda (ada yang tua dan ada yang ungu muda). Hal ini menandakan kelainan “Qi” dan darah statis.

Bekas bekam yang muncul berwarna merah cerah, biasanya hal ini menunjukkan terjadinya defisiensi “Yin”, defisiensi “Qi” dan darah atau rasa panas yang dahsyat yang diinduksi oleh defisiensi “Yin”.

Bekas bekam yang muncul berwerna merah gelap, hal ini mengindikasikan kondisi lemak di dalam darah yang tinggi disertai dengan adanya panas patogen.

Bekas bekam yang muncul berwarna agak pucat/putih dan tidak hangat ketika disentuh, hal ini mengindikasikan terjadinya defisiensi cold (dingin) dan adanya gas patogen.

Adanya garis-garis pecah/ruam pada permukaan bekas bekam dan rasa sedikit gatal, hal ini mengindikasikan kondisi adanya wind (lembab) patogen dan gangguan gas patogen.

Munculnya uap air pada dinding bagian dalam gelas bekam, menandakan kondisi adanya gas-gas patogen pada daerah tersebut.

Adanya blister (lepuhan/lecat) pada bekas bekam, menggambarkan kondisi gangguan gas yang parah pada tubuh. Adanya darah tipis pada blister merupakan reaksi gas panas toksin.





Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam bekam



Pastikan bahwa gelas bekam sudah steril dan higinis sehingga aman untuk bekam (terutama bekam basah).

Untuk pasien yang belum pernah dibekam sebelumnya, pilihlah gelas bekam dari yang terkecil lalu ke yang besar supaya tidak terlalu sakit.

Posisi bekam dapat dilakukan dengan duduk atau berbaring menelungkup. Posisi duduk lebih baik untuk peredaran darah, namun bagi pasien yang lemah dianjurkan dengan posisi berbaring.

Untuk pasien yang baru dibekam, sering-seringlah menanyai bagaimana keadaannya, apakah merasa mulas, pusing, mual atau adanya tanda-tanda akan pingsan lainnya. Segera hentikan bekam apabila pasien mengeluh kesakitan.

Setelah bekam dihadapkan beristirahat yang cukup. Sebagian pasien segera merasa segar badannya setelah berbekam pada bagian punggung dan lutut, sehingga ia tidak mau beristirahat sebagaimana mestinya, hal ini dapat menyebabkan kembalinya penyakit.

Sebagian orang merasakan suhu badannya naik setelah 1-2 hari setelah berbekam, hal ini adalah normal dan akan segera hilang.

Pasien yang menderita sakit menular atau infeksius agar diberikan perhatian khusus. Bagi penderita penyakit infeksius, diharap gelas bekamnya adalah tersendiri (single use) dan juru bekam dianjurkan menggunakan pelindung tubuh seperti sarung tangan karet (gloves), masker dan semisalnya.

Pasien yang menderita tekanan darah rendah harus diperlakukan ekstra dan hati-hati. Tingkat kesadarannya selalu dimonitor agar tidak pingsan. Dihindarkan membekam pada areal punggung bawah yang sejajar dengan pusar ke bawah, karena hal ini bisa menurunkan tekanan darah dengan cepat.

Permukaan kulit yang timbul blister kecil, bercak-bercak, noda darah dan darah stasis adalah reaksi normal setelah bekam. Apabila blister yang timbul banyak dan besar-besar (seperti luka bakar), maka dapat dipecah dengan cara menusukkan jarum steril kering hingga keluar cairannya (cairan limfoid) lalu didesinfeksi dengan desinfektans. Lebih dianjurkan apabila bekas bekam yang berblister ini dipijat lembut dengan minyak zaitun atau jinten hitam.

Pasien yang mengalami mental stres, ketakutan, mual dan gejala mental lainnya, dihentikan pembekaman dan pasien disuruh berbaring relaks, tenang dan diberi minum dengan minuman manis (lebih baik madu) kemudian dimotivasi dan disugesti untuk menghilangkan atau meminimalisir gangguan mentalnya.

ORANG YANG TIDAK BOLEH DIBEKAM

Orang yang tidak boleh dibekam :

1. Orang tua yang sakit parah dan tanpa upaya

2. Pada kulit-kulit yang berkudis dan berpenyakit,

3. Pada perut mereka yang baru habis makan (makanan berat),

4. Pada perut ibu yang mengandung,

5. Pasien dengan tensi darah rendah / kurang darah,

6. Orang yang terlalu lapar,

7. Ibu yang habis melahirkan,

8. Wanita yang sedang haid,

9. Orang yang sakit gemetaran di wajah dan kakinya,

10. .Orang yang lemah liver dan perutnya,

11. orang yang radang usus.



Perlu diperhatikan selama berbekam pasien dilarang tidur, dan setelah berbekam pasien harus menahan diri untuk tidak mandi ataupun tidur kurang lebih selama 3(tiga) jam.

LANGKAH KERJA BERBEKAM

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memulai praktek bekam adalah sebagai berikut :

1. Siapkan peralatan bekam dan yakinkan dalam kondisi steril

2. Perhatikan Suhu Udara pasien dan lingkungan / ruangan,

3. Ukur Tensi Pasien, Jika tensi rendah tidak dianjurkan berbekam,

4. Pasien dalam posisi berbaring atau tengkurep,

5. Tentukan titik-titik yang akan dibekam, lumuri minyak zaitun/but-but,

6. Pasang alat bekam atau gelas vacum,

7. Setelah 3 – 5 menit gelas vacuum dibuka, kemudian disuntik dengan lancing,

8. Pasang kembali gelas vacuum pada titik tersebut,

9. Setelah 3 – 5 menit, gelas dibuka dan darahnya dibersihkan dengan kapas,

10. Perhatikan kondisi pasien,

11. Tanyakan pada pasien, apakah bekam dapat dilanjutkan,

12. Suntikan kembali antara 10 hingga 15 titik

13. Buka kembali daerah bekam, jika ada darah bersihkan dengan kapas / tisu yang telah ditetesi alcohol, buang pada tempat yang tersedia

14. Setelah pembekaman selesai berikan pijatan ringan disekitar titik bekam,

15. bersihkan atau sterilkan peralatan dan rapihkan.

KESIMPULAN

Bekam merupakan metode perawatan tubuh yang sangat baik, terlebih saat kita melakukan nya secara rutin. metode bekam sudah terbukti baik secara mitos maupun secara ilmiah melalui berbagai study baik oleh kalangan umum maupun kalangan profesinal, bahkan sekarang para ahli medis pun ikut andil dalam memanfaatkan dan pemanfaatan metode ini.
Jadi sangat di sayang kan jika anda sampai saat ini belum pernah merasakan terapi bekam tersebut,
saya pribadi sangat merekomendasikan terapi ini karena kami sekeluarga sudah merasakan khasiat nya